Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Februari 2013

2012




Sudah sebulan tahun 2012 telah berlalu. Begitu banyak kenangan yang terjadi di tahun yang banyak orang menganggap kiamat akan datang. Di tahun 2012, terlalu banyak suka dan duka telah kulalui entah itu sudah direncanakna oleh Tuhan ataukah itu karena kelalaianku sendiri sebagai seorang manusia. Di tahun ini lah musibah silih berganti datang dikehidupan pribadiku, entah aku salah apa, cobaan itu datang tak terhenti. Ibu ku sakit dan sering masuk rumah sakit. Dia menderita penyakit yang cukup banyak, kalau istilah kerennya komplikasi. Hmm... Itu sempat membuatku sedih, karena ini baru pertama kalinya mamaku sakit sedemikian parahnya. Setelah itu, hanya selisih 2 hari dari keluarnya mama dari rumah sakit, aku pun turut 'menikmati' kembali rasanya berbaring di rumah sakit, tepat di ruang rawat ANNA VIP 1 RS. Fatima Parepare,

Senin, 15 Agustus 2011

Harapan Itu Ternyata Masih Ada di Benakku…..

Seolah-olah...

Setahun telah berlalu, namun aku masih belum bisa melupakan kejadian setahun silam. Kejadian itu sampai sekarang masih tumbuh dari hari ke hari walau aku telah berusaha untuk menguburnya dalam – dalam. Entah kenapa, aku terlalu sulit untuk melupakan hal tersebut, aku bingung dengan diriku sendiri. Seharusnya aku telah melupakan semua itu, tapi kenyataannya tidak. Justru sebaliknya, rasa optimismeku semakin menggebu – ngebu bahwa aku bisa meraih mimpiku yang telah terajut sejak kecil itu dan sampai sekarang aku belum bisa melupakannya dengan baik.ya Allah, jujur aku tak tahu harus berbuat apa, di satu sisi aku sangat ingin mengejar impian itu namun di sisi lain ada keterbatasan di dalam diri saya sendiri yang menjadi jurang pemisah antara aku dan mimpiku.Kadang aku ingin bertanya kepada-MU, “Mengapa Engkau masih membuatku teringat akan mimpi yang tak akan pernah ku gapai ? Mengapa tidak sejak dulu Engkau melarangku untuk bermimpi yang tinggi jika saat ini Engkau membuatku jatuh hingga tak berdaya ? Jujur, kadang aku menyalahkan-MU atas semua yang terjadi kepadaku, tapi aku tak bisa mengalahkan kehendak yang telah Engkau goreskan di jalan hidupku. Aku tak kuasa melawan takdirmu yang terlampau sulit kujalani.” Segala sesuatu yang aku alami bagaikan mimpi dan aku ingin bangun dari mimpi buruk itu. Seakan tak ingin tidur jika mengingat mimpi buruk yang membuatku tersungkur yang membuatku tak mampu bangkit hingga membuatku putus asa. Sebenarnya aku tidak menyalahkan-MU namun rasa optimisme ku semakin hari semakin membentuk keyakinanku hingga membuatku semakin kuat bahwa aku MAMPU meraih impian itu. aku MAMPU menggapai cita – cita itu. Aku MAMPU menjadi seorang DOKTER.

Aku MAMPU membuat orang tua dan seluruh keluargaku menjadi bangga terhadapku. Yaah, aku juga harus sadar dengan kondisi yang aku alami, kondisi yang membuatku hancur dan seakan tak percaya, kondisi yang baru kuketahui saat semangat juang telah berkobar dan mengalir di darahku, dan membuat darahku sesak akan oksigen optimisme itu.

orang-dan-mikroskop-kartun

 

Aku hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, aku hanyalah manusia yang serba kekurangan, dan aku hanyalah manusia yang jauh dari kesempurnaan sebagaimana layaknya manusia seperti manusia lainnya. Aku tak tahu, alasan apa yang Engkau buat atas segala menimpaku, atas segala ketidakmungkinanku menggapai mimpi itu, dan atas segala yang membuatku kecewa. Setiap aku mengingat semua ini tiba – tiba aku meningat ungkapan bahwa “Tuhan itu Adil”. Jika ungkapan itu ku korelasikan dengan yang aku alami masalah keadilan Tuhan dalam hatiku berkata : “Di mana letak keadilan Tuhan saat aku tahu bahwa aku mengidap penyakit keturunan yang tidak akan mungkin sembuh ? Di mana letak keadilan Tuhan ketika semua orang berkuliah searah dengan apa yang mereka harapkan atau cita – citakan sejak dulu sedangkan aku sendiri mengarah ke sana pun sama sekali tidak ? Di mana letak keadilan Tuhan saat optimisme dan semangat aku telah berkobar bagaikan api yang akan melahap rumah dan merontokkan semuanya secepat itu ? Di mana keadilan itu ? Mengapa keadilan itu tidak mengunjungiku ? Mengapa keadilan itu seakan tak pernah berpihak kepadaku ? Mengapa ? MEngapa ? dan Mengapa ?.” Tak lam kemudian, sedikit demi sedikit aku sadar bahwa aku tak boleh menyalahkan Tuhan dan sebaliknya justru menerima itu dengan ikhlas dan pasrah atau bahkan aku mulai berpikir akan ada jalan lain yang telah Tuhan beri untuk hidupku yang malang. Bahkan aku semakin percaya akan ada keajaiban besar yang akan terjadi dihidupku yang semuanya masih menjadi rahasia perjalanan hidupku.

butawarna

Tapi mengapa  aku masih berharap dan bahkan sangat optimis bisa meraih impianku ? Ataukah ini hanya perasaan cemburu atau iri melihat mereka yang berhasil masuk di Fakultas Kedokteran walaupun berbagai jalan mereka tempuh entah itu baik bahkan buruk, entah itu halal atau haram di matamu. Ataukah MASIH ada HARAPAN bahwa aku MAMPU meraih itu ? Ataukah itu hanya sebuah ilusi dan hanya akan menjadi “panggilan tak terjawab” yang kembali membentuk rasa kecewa yang mendalam seperti setahun silam ? Pertanyaanku mengenai itu tak akan habis. Aku pernah membaca buku yang berjudul “The Secret” di dalam buku itu aku mengutip sebuah ungkapan yang membuatku saat ini masih bertahan akan impian itu yaitu “Apa yang kamu pikirkan maka itu akan menjadi kenyataan. Ketika kamu memikirkan hal yang baik maka itu akan menjadi kenyataan dan buruk juga demikian”. Ungkapan itu yang membuat masih mampu menahan badai pesimisme saat aku sedang berjuang akan impian itu. Aku seperti merasa MY DREAM IS MY LIFE SPIRIT. Impianku adalah Semangat hidupku. Itulah yang sekarang menjadi kiblat kehidupanku, menjadi semangat yang membuatku berkobar bahwa I’ll Sit at Medical Faculty and learn more specific everything about Human body cause Learn in Medical feel like learn about the secret of God. Yaah.. itu dan saat ini aku sama sekali tak akan ada di sana.

Terkadang aku tertawa sendiri melihat tingkahku, tiap hari setiap aku membaca buku terlintas di benakku “Kamu harus yakin” dan kata – kata itu seperti ada yang membisikkan saat di mana aku merasa sendiri, saat merenung akan hal ini, dan saat di mana saat aku mulai tertidur dan terbangun dari tidurku. Aroma semangat semakin merebak ketika kalimat “Kamu Harus yakin” itu terlintas di alam bawah sadarku dan menluap ke pikiranku. heeem… Atau itu hanyalah bisikan syaitan yang ingin membuatku tersungkur dan tak berdaya ? Atau justru sebaliknya, ini jawaban atas segala doa yang kupanjatkan dan atas segala pertanyaan – pertanyaan kecil mengenai betapa hancurnya hati seorang manusia yang kehilangan impiannya ? Allahu Allam, hanya Tuhan yang tahu semua itu. Yaah,,, lihat saja nanti. Mempelajari ilmu kedokteran itu seperti mempeljari ilmu kemahabesaran Tuhan. Dulu aku memimpikan 5 tahun kedepan aku akan menggunakan sebuah Jas berwarna putih bersih dengan sebuah ruangan tersendiri saat membantu orang yang sedang sakit. Dulu aku pernah berpikir, aku akan dihadapkan dengan Mata Kuliah (MK) seperti fisiologi, anatomi, muskuloskeletal, patologi klinik, anastesiologi, kardiologi, biologi molukelar, ilmu bedah orthopedi dan traumatologi, obsetri dan ginekologi, parasitologi, farmakologi, patologi anatomi, ilmu faal, mikrobiologi, ilmu kesehatan anak, ilmu penyakit mata,ilmu penyakit dalam, THT, Radiologi, kedokteran jiwa, ilmu gizi, biokimia, histologi, ilmu forensik, saraf, ilmu penyakit kulit dan kelamin, dan semuanya yang tak ku sebutkan. Dulu aku berkhayal akan belajar di sebuah laboratorium, menbayangkan aku sedang meneliti sesuatu, melihat mikroba melalui mikroskop, dan diajar seorang yang bergelar Professor Doktor Dokter (Prof. Dr. dr) dengan metode menjelaskan yang sangat apik, menarik, dan berilmu tinggi. Bahkan, dulu aku berharap bisa menlanjutkan jenjang pendidikanku ke Strata Dua (S2) yang konsentrasi di Ilmu penyakit dalam dengan gelar Spesialis Penaykit Dalam (Sp. PD) dan tertulis indah di jas putihku. Sungguh mimpi yang begitu besar yang mungkin selamanya TAK TERJANGKAU olehku. bukannya aku tak bersyukur, tapi aku ingin lebih. Aku ingin seperti seorang Kak Vidya, Kak Nurul, Kak Mayanti, Sulfa, Surez, Ade Zaskiah, Iin alfriani, amel dan semuanya belajar di Fakultas Kedokteran. aku ingin seperti mereka saat sebuah jurang besar horizontal yang memisahkan aku dengan mereka.

DREAM IS MY SPIRIT……                  @piiaannk0192j


Minggu, 27 Februari 2011

STEVE JOBS – Pendiri APPLE

Tahun 1976, bersama rekannya Steve Wozniak, Jobs yang baru berusia 21 tahun mulai mendirikan Apple Computer Co. di garasi milik keluarganya. Dengan susah payah mengumpulkan modal yang diperoleh dengan menjual barang-barang mereka yang paling berharga, usaha itu pun dimulai. Komputer pertama mereka, Apple 1 berhasil mereka jual sebanyak 50 unit kepada sebuah toko lokal. Dalam beberapa tahun, usaha mereka cukup berkembang pesat sehingga tahun 1983, Jobs menggaet John Sculley dari Pepsi Cola untuk memimpin perusahaan itu. Sampai sejauh itu, Apple Computer menuai kesuksesan dan makin menancapkan pengaruhnya dalam industri komputer terlebih dengan diluncurkannya Macintosh. Namun, pada tahun 1985, setelah konflik dengan Sculley, perusahaan memutuskan memberhentikan pendiri mereka, yaitu Steve Jobs sendiri.
Setelah menjual sahamnya, Jobs yang mengalami kesedihan luar biasa banyak menghabiskan waktu dengan bersepeda dan berpergian ke Eropa. Namun, tak lama setelah itu, pemecatan tersebut rupanya justru membawa semangat baru bagi dirinya. Ia pun memulai usaha baru yaitu perusahaan komputer NeXT dan perusahaan animasi Pixar. NeXT yang sebenarnya sangat maju dalam hal teknologinya ternyata tidak membawa hasil yang baik secara komersil. Akan tetapi, Pixar adalah sebuah kisah sukses lain berkat tangan dinginnya. Melalui Pixar, Jobs membawa trend baru dalam dunia film animasi seiring dengan diluncurkannya film produksinya Toy Story dan selanjutnya Finding Nemo dan The Incredibles.
Sepeninggal Jobs dan semakin kuatnya dominasi IBM dan Microsoft membuat Apple kalah bersaing dan nyaris terpuruk. Maka, tahun 1997, Jobs dipanggil kembali untuk mengisi posisi pimpinan sementara. Dengan mengaplikasi teknoligi yang dirancang di NeXT, kali ini Apple kembali bangkit dengan berbagai produk berteknologi maju macam MacOS X, IMac dan salah satu yang fenomenal yaitu iPod.
Kisah sukses Steve Jobs mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kesuksesan yang instan. penolakan dan kegagalan seringkali mewarnai perjalanan hidup kita, tapi jangan biarkan semua itu membuat kita berhenti.

Manajemen Waktu yang Baik

Seorang pakar menajemen waktu tengah berbicara kepada suatu kelas mahasiswa bisnis muda dan ambisius. Untuk menyampaikan suatu pokok pikiran, dia menggunakan ilustrasi yang tak akan pernah mereka lupakan. Sambil berdiri di depan kelompok itu, dia berujar,” ok, waktu untuk kuis”. Dia mengeluarkan sebuah botol bermulut lebar berukuran 1 galon, dan meletakkannya di atas meja didepannya. Lalu dia mengeluarkan kira-kira 12 batu sebasar kepalan tangan dan dengan hati-hati memasukkannya sekaligus ke dalam botol.
Ketika botol itu terisi sampai ke atas dan tidak ada batu lagi yang bisa masuk ke dalamnya, dia bertanya, “apakah botol ini penuh?” setiap orang dalam kelas itu menjawab “ya”.
Kemudian dia bertanya, “benarkah?” dia mengulurkan tangannya ke bawah meja dan mengeluarkan seember kerikil ke dalam botol dan mengocok botol itu, menyebabkan butiran-butiran kerikil bekerja sendiri turun masuk ke dalam sela-sela diantara batu-batu besar itu.
Lalu dia bertanya pada kelompok mahasiswa itu sekali lagi, “apakah botol ini penuh?” saat itu perhatian seluruh kelas terpusat padanya, “mungkin tidak”, jawab salah seorang dari mereka. “bagus !” jawabnya. Dia mengulurkan tangannya ke bawah meja dan mengeluarkan seember pasir. Dia mulai menumpahkan pasirnya ke dalam botol, dan pasir itu memenuhi semua ruang yang tersisisa siantara batu-batu dan kerikil itu. Sekali lagi dia mengajukan pertanyaan: “apakah botol ini penuh?”.
“tidaaaaak!” teriak seluruh kelas. Sekali lagi katanya, “bagus!” lalu dia mengambil sekendi air dan mulai menuangkannya ke dalam sampai botol itu terisi hingga ke tepi mulut botol.
Kemudian dia memandang kelas itu dan bertanya, “Apa maksud dari ilustrasi ini?” seorang mahasiswa yang rajin dan bersemangat mengankat tangan dan katanya, “Mkasudnya adalah, seberapapun penuhnya jadwal anda, jika anda mencoba dengan sungguh-sungguh keras, anda selalu bisa memasukkan beberapa hal ke dalamnya”.
“Bukan”, jawab si pembicara, “bukan itu maksudnya, kebenaran yang diajarkan ilustrasi tadi kepada kita adalah; kalau anda tidak memasukkan batu-batu yang besar lebih dulu, anda tak akan pernah membuat semuanya masuk.”
Apakah “batu-batu besar itu” dalam hidup anda? Proyek yang ingin anda selesaikan? Waktu dengan orang-orang yang anda cintai? Iman anda, pendidikan anda, keuangan anda? Suatu perkara? Mengajar atau menasihati orang lain? Ingatlah untuk memasukkan batu-batu besar itu lebih dulu, atau anda tak akan pernah membuat semuanya masuk.
Maka, nanti malam, atau pagi hari ketika anda merefleksikan cerita pendek ini, tanyakan pada diri anda sendiri pertanyaan ini: apakah “batu-batu besar” itu dalam hidup atau bisnis saya? Lalu masukkan itu lebih dulu ke dalam “botol” anda.